Apa itu Non Performing Loan?

Apa itu Non Performing Loan?


Di perbankan dikenal rasio gagal bayar, jadi bank melakukan penyaluran kredit dimana secara teratur si debitur (yang berhutang / borrower) harus membayar cicilan alias hutangnya.

Bila terjadi kondisi si debitur tidak mampu membayar maka disebut kredit macet.

Kredit macet adalah mimpi buruk bagi bank dan tentunya secara tidak langsung menjadi mimpi buruk bagi yang menabung di bank tersebut. Kenapa?

Bila yang gagal bayar sedemikian banyaknya pada akhirnya bank bisa membayar kembali bunga nya yang menabung apa kabarnya?

Oleh karena itulah Non Performing Loan alias NPL perlu sangat-sangat-sangat dijaga oleh bank.

Pertanyaannya adalah berapa besar NPL yang menjadi toleransi di Bank? Kalau pertanyaannya tersebut mau dijawab maka kita harus bertanya ke 'Mbah' bank, siapa itu? Bank Indonesia 

Dalam PBI alias Peraturan Bank Indonesia mengatur hal tersebut pada PBI No. 17/11/PBI/2015 tanggal 25 Juni 2015 menyebutkan NPL Gross Bank Umum harus < 5%

Jadi sebenarnya pada industri pinjam meminjam (tentunya paling dijaga oleh Otoritas alias pengawas terkait adalah bank) yang perlu diperhatikan adalah NPL salah satunya.

Contoh pada tahun 1998, apakah Anda tau? NPL di bank umum pada saat itu mencapai 48.6% (CNBC Indonesia - 22 Mei 2018) Artinya hampir 50% yang pinjam uang tidak bayar, dan apa jadinya? industri nya babak belur.

Nah saya mau bicara saat ini di industri fintech P2P Lending.

Tidak sedikit yang tanya soal banyaknya fintech lending yang berguguran di China.

Fintech Lending ini menjadi tren pembiayaan dimulai dari 'menggilanya' pinjam meminjam berbasis crowdfunding ini di China.

Sayangnya beberapa waktu terakhir di tahun 2018 Fintech Lending berguguran. Kenapa? Jawabannya adalah NPL sedemikian tinggi dan karena crowdfunding sebagai portal P2P Lending tidak sama dengan bank, setiap yang meminjamkan akan bertanggung jawab penuh terhadap yang dipinjamkan demikian sebaliknya.

Sedangkan pada bank kan berbeda, apakah Anda menabung di bank dan uang Anda dipinjamkan, Anda mengetahui siapa yang dipinjamkan dananya dengan dana Anda?

Ya jawabannya jelas Anda tidak mau tau.

Penting sekali Anda melihat pada apa yang akan Anda pinjami. Dan saya coba berikan beberapa panduan agar Anda juga turut menjaga NPL Anda pribadi jadi tidak bulan-bulanan di Fintech Lending.

1. Portal Penyedia 

Setiap portal penyedia pasti memiliki konsep-konsep yang berbeda, dan tentunya ada yang pinjaman konsumtif atau pinjaman produktif. Menurut Anda pinjaman konsumtif atau produktif yang memiliki kepastian membayar kembali lebih besar? Anda tentukan sendiri.

2. Besaran kupon / bunga / imbal / bagi hasil / reward

Besaran bunga yang Anda dapatkan adalah lebih kecil dari besaran bunga yang peminjam harus bayarkan. Jadi bila besaran bunga yang Anda dapatkan saja sudah besar, maka yang bayar juga akan lebih besar lagi membayar.

Pikirkan juga, semakin besar, maka semakin berat dibayar, semakin berat untuk dibayar akan semakin risiko gagal bayar terjadi.

Berapakah pinjaman yang normal?

Tidak ada sebuah batasan normal dan tidak dalam hidup menurut saya.

Yang jelas Anda tau berapa suku bunga tabungan dan kredit bank hari ini. Rumus nya sederhana bila suku bunga acuan hari ini 6% maka pinjaman adalah 2x lipat sampai 2,5x lipat.

Bila suku bunga terlalu tinggi coba Anda bayangkan juga apakah si peminjam akan mampu membayar dan harus untung berapa?

Kadang orang yang lagi butuh uang sama seperti orang yang kehausan di gurun sahara, iya-iya-iya dulu bingung-bingung-bingung bayarnya kemudian.

Jangan membantu orang lain tapi sebenarnya mencekik orang lain.

3. Menyebar risiko

Ini adalah ilmu investasi paling jadul dengan hasil paling masuk akal.

Selalu bagi investasi yang Anda lakukan agar tidak pada satu tempat.

Menurut saya lebih baik saya mendanai 100 proyek dengan investasi kecil daripada saya mendanai 1 proyek tapi dengan investasi 100x lipat.

Optimis = Keyakinan = Terlalu Tinggi = Ada unsur mimpi = Spekulasi

Jadi semakin optimis seseorang sebenarnya semakin spekulatif orang tersebut dalam bertindak.

Jadi investasilah secara rasional.

Nah kembali pada NPL. Indofund.id dengan senang hati mengatakan bahwa selama 6 bulan usia kami setelah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk beroperasi menjadi salah satu P2P Lending dengan NPL (gagal bayar) = 0 alias hingga saat ini lender kami selalu mendapatkan hak nya dari borrower.

Prinsip portal kami tetap sama dengan prinsip industri penerbangan, Lebih baik tidak pernah membuka pinjaman daripada membuka pinjaman tapi tidak pernah membayarkan, lebih baik tidak pernah terbang daripada tidak pernah sampai tujuan.

Salam hangat dari Ryan Filbert